welcome to my world ! enjoy to read this guys :)

Selasa, 04 September 2018

Cinta dan Harapan

Kalau kata bung karno, "Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya, Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali"

Maka dari itu hirarkinya laki-laki dan perempuan tercipta untuk saling melengkapi.
Saling mengasihi dan saling mencintai.
Saling memahami bukan mau menang sendiri.
Saling mempercayai bukan curiga sana sini.
Saling menguatkan bukan malah menjatuhkan.
Saling menutupi kekurangan bukan mengumbar keburukan.
Saling mengingatkan bukan malah membiarkan.
Saling memaafkan bukan malah mencari-cari kesalahan.
Jika salah diperbaiki jangan malah di caci maki.

Karena...
Hidup bersama dengan penuh kasih akan semakin mengeratkan hati.
Hidup bersama dengan penuh cinta akan selalu membuahkan bahagia.
Hidup bersama diiringi canda tawa akan mengurangi duka yang tercipta.
Hidup bersama dengan dalam suka maupun duka.
Tidak pernah lupa bahwa dari awal sudah berjuang bersama.

Hidup tak selamanya diatas, akan ada kalanya berada di titik terendah.
Tapi pasangan yang saling mencintai akan menyemangati agar tak menyerah.
Akan menasehati karena takdir harus kita sikapi dengan ikhlas dan pasrah.
Jangan sampai meluapkan rasa frustasi titik terendah dengan amarah.
Karena itu tak akan pernah menyelesaikan masalah.

Ketika berada di titik tertinggi , jangan pernah lupa untuk selalu membumi.
Sukses nya karir seorang lelaki, ada perempuan kuat yang selalu mendorong dan menyemangati
Dan dibalik suksesnya lelaki, akan banyak godaan yang dihadapi.

Jangan sampai lengah, hingga membuat pasangan yg selalu berada disebelahmu untuk menemani melewati banyak hal dari titik terendah ke titik tertinggi digeser oleh perempuan yang menikmati puncakmu dengan mudahnya. Tanpa mengetahui bagaimana sulitnya sebuah proses.

Semoga aku dan kamu, menjadi pasangan yang selalu merasa saling membutuhkan, merasa bahagia jika berdekatan, merasa ada yang hilang jika saling berjauhan.
Cinta dan kasih akan menjadi pondasi yang kokoh untuk tetap bertahan berdua dalam segala keadaan.

- 4 September 2018 -
Mbak Capung.

Kamis, 09 November 2017

Teruntuk Cintaku

Ibu, maafkan aku..
Mungkin kau kecewa tapi tak kau tunjukkan itu
Demi menjaga perasaanku

Bapak, maafkan anakmu..
Karna belum mampu menjadi anak yang membanggakan
Seperti apa yang ada dalam pikiranmu

Tapi bapak, ibu..
Ketahuilah bukan ingin ku untuk memilih jalan seperti ini
Bukan kehendak ku pula ini semua terjadi
Memang sudah suratan takdir dari ilahi
Atau memang nasib yang tak berpihak pada diri ini

Ibu,
izinkan aku melangkahkan kaki seperti apa yang diriku inginkan.
Seperti apa yang aku impikan dan pikirkan.

Lepaskan aku agar aku tahu bagaimana kejamnya dunia di luar sana, dan bagaimana aku mampu membuktikan pada diri untuk tetap berdiri teguh berdampingan dengan kekejaman itu.

Biarkan aku melewati badai-badai kehidupan dari jalan yang aku ingin, karna aku tak mau hidup hanya karna terpenjara oleh "apa kata orang lain".

Aku mohon ibu,
Biarkan aku berusaha menyelesaikan problematika hidupku sendiri
Bukan aku tak butuh bantuan, aku akan selalu butuh bahumu sebagai sandaran
Aku akan selalu membutuhkan doamu agar kuat ku berjalan
Aku akan selalu membutuhkan restuMu agar restuNya pun beriringan

Setelah aku mampu menaklukan diriku sendiri, aku akan kembali.
Dalam kehidupan yang abadi.

Dengan cinta,
Si Bungsu :)

Senin, 14 Agustus 2017

Awal dan Akhir



Aku menganggap malam adalah sebuah ruang luas yang diciptakan sedemikian rupa, kemudian bulan dan jutaan bintang adalah siswa yang hadir di dalamnya. Aku dan kau pun mulai beranjak meninggalkan titik temu kita. Awalnya aku berpikir ini hanya akan jadi cerita yang cukup berhenti sampai di sini. Seperti senja yang sesaat kemudian menghilang, meninggalkan sebuah cerita disetiap uraian molekul cahaya jingganya. Membuai dengan “rasa” nyaman yang kemudian tenggelam bersama harapan.

Tapi kenyataan tak seburuk prasangka ku, malam tak segelap cerita masa laluku, langit masih mampu merajut ceritanya hari itu. Pasca momen senja, langit meredup berganti warna. Bulan menggantikan tugas sang surya, terangnya tak kalah memukau mata. Dengan jutaan bintang yang berada di sisinya

Pergilah kami ke sudut kota sebelah atas, di mana ini adalah tempat baru bagiku, untuk pertama kalinya aku bisa melihat ke bawah yang penuh dengan pemandangan lampu-lampu kota berpendar. Aku tak bisa menyembunyikan senyumku, ini terlalu indah untuk dinikmati sebentar. Tak hanya itu, ketika melihat ke atas jutaan bintang menyambut pandanganku. Ah, aku tak ingin pulang rasanya. Semesta terkadang seromantis ini menciptakan aksaranya. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memahami maknanya. Aku pun hanya tau bahwa ini indah walau tak bernama.

Lanjut pada kisahnya, kami membuka bungkusan makanan yang dibeli sebelum sampai disini. Entah apa yang membuatku nyeletuk “Ini mah makan malam mewah namanya”. Dan kamu hanya tertawa mendengar ucapanku yang mungkin terkesan berlebihan. 

Seusai makan, merehatkan perut dengan duduk bersandar di pinggir pagar. Aku mendongak ke atas, ku ulangi lagi kalimatku dalam hati betapa bintang malam itu sangatlah indah. Kembali bercengkerama bercerita tentang hobinya yang selalu menarik buat aku dengarkan.

Cerita, tawa dan canda menghiasi malam itu, dan tak terasa sudah waktunya aku harus bergegas pulang. Sudah jam 10 malam, tapi bintang-bintang justru semakin tampak. Seolah ingin terus dipandang, tak ingin ditinggalkan.

Sesampainya di rumah, pikiranku masih melayang-melayang pada pemandangan yang baru tadi aku saksikan dan cerita yang baru saja aku dengarkan. Hingga akhirnya aku tertidur pulas dengan cepatnya......

Bertemu pagi, ku sapa mentari di ujung sana. Belum muncul seutuhnya, masih bergerak perlahan. Bergegaslah aku mengenakan sepatu, masih setengah tujuh waktu itu. Aku siap untuk lari pagi. 10 menit berselang masuklah pesan ucapan “selamat pagi” darimu, aku tersenyum kemudian refleks untuk memotret matahari di ufuk timur itu lalu ku kirimkan padamu dengan memberi keterangan “selamat pagi”. Perasaan apa ini, bisa-bisanya aku senyum-senyum sendiri. Lalu ku alihkan pikiranku untuk menikmati udara pagi dan terus berlari.

Pasca patah hati, lari adalah hal yang membuat hatiku sedikit lega. Karena move on itu mirip seperti berlari, lurus menatap ke depan, yang kemudian meninggalkan jejak-jejak yang sudah pernah terlewati satu demi satu. Namun bukan berarti hanya menatap ke depan, terkadang perlu menoleh ke belakang untuk mempelajari jejak-jejak kesalahan yang pernah dialami, dan juga melihat sudah seberapa jauh kita melangkah maju melewatinya.

Kemudian kamu hadir, perlahan memberi warna sedikit dalam kelabuku. Diawal senja itu...